Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Valhalla (2): Mimpi

A novel, Valhalla by Aliya Amaranthya Ravindia. Lamat-lamat terdengar namanya dipanggil. Terdengar jauh. Di dalam kepala. Mara mencoba membuka kelopak matanya, terasa berat. Tubuhnya seperti tertindih baja beribu ton. Ototnya kaku. Ia merasakan ngilu seperti ada sayatan-sayatan sebesar semut di sekujur tubuhnya. Kenapa ini? Apa yang terjadi? Berusaha mengingat apa yang sebenarnya terjadi. Ia mencoba memusatkan indera pendengarannya. Hening. Yang terdengar hanya deru napasnya yang patah-patah. Aku harus bangun . Ia menarik napas perlahan. Matanya masih sulit dibuka. Semacam perih dan berair. Menggerakan tubuh sedikit saja rasanya sulit belum lagi entah mengapa kedua kakinya seperti mati rasa. Semakin paniklah ia dibuatnya. Sementara keadaan sekitar terasa sunyi mencekam, tidak ada tanda-tanda kehidupan. Mara mencium sedikit bau yang samar-samar, semacam bau tanah berlumpur bercampur minyak, ah entah ia tak tahu pasti. Ia mencoba menggali ingatan terdalamnya untuk tahu tempat apa dan ba

Postingan Terbaru

The Soul of Art

Valhalla (1): Ia akan Datang

Hutan Bernyanyi, Dunia Berseri: Berikan Cintamu Untuk Hutan Indonesia

Rekomendasi Pelembab Murah tapi Sebagus Itu